Laman

Loading...

Senin, 13 Juni 2011

PENGEMBANGAN PERSIAPAN MENGAJAR


TUGAS :  PERENCANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
                       
 ARTIKEL 3
"PENGEMBANGAN PERSIAPAN MENGTAJAR"
 

OLEH
 
                                                     NAMA            :  ANGRIANI
                                                     N.M.P             :  031 008 008
                                                    SEMESTER   :  VI (ENAM)


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (F.K.I.P)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE
2011




PENGEMBANGAN PERSIAPAN MENGAJAR
By
Angriani
Abstrack


Kesiapan guru untuk mengajar berkaitan erat dengan cara guru mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Kesiapan mengajar ini seperti petani mempersiapkan tanah untuk ditanami benih, jika dilakukan dengan benar, niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat. Demikian juga dalam mengajar, jika persiapan matang sesuai dengan karakteristik kebutuhan, materi, metode, pendekatan, lingkungan serta kemampuan guru, maka hasinya diasumsikan akan lebih optimal.
Sehubungan dengan merencanakan program, sangat penting bagi seorang guru memperhatikan berbagai variasi atau model persiapan mengajar. Meskipun tujuannya sama, prosedur penyusunan persiapan dapat berbeda, bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya, misalnya system pendidikan, guru, keadaan kebahasaan siswa.


A.    PENDAHULUAN

Kesiapan guru untuk mengajar berkaitan erat dengan cara guru mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Kesiapan mengajar ini seperti petani mempersiapkan tanah untuk ditanami benih, jika dilakukan dengan benar, niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat. Demikian juga dalam mengajar, jika persiapan matang sesuai dengan karakteristik kebutuhan, materi, metode, pendekatan, lingkungan serta kemampuan guru, maka hasinya diasumsikan akan lebih optimal. (Susilana, et al. 2006: 96). Oleh sebab itu, guru yang baik untuk saat ini tidak cukup untuk sekedar bersikap hangat dan menyayangi anak-anak, atau sekadar menerapkan praktik-praktik mengajar yang semata-mata didasarkan pada intuisi, preferensi pribadi atau kearifan konvensional (Arend, 2007). Tetapi lebih jauh untuk professional yang dimulai dengan kesiapan perencanaan sampai pada tahap evaluasi dengan berbagai kemampuan yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan pengajaran. Karenanya, Nathaniel Gage, salah seorang peneliti pendidikan terkemuka di USA, sebagaimana dikutip Arend, 2007—mendefinisikan mengajar sebagai sebuah seni instrumental, yaitu mengajar adalah suatu yang berangkat dari “resep”, formula, atau algoritma. Ia membutuhkan improvisasi, spontanitas, penanganan sejumlah pertimbangan tentang bentuk, gaya, kecepatan, ritme, dan ketepatgunaan dengan cara yang begitu kompleks sehingga bahkan computer sekalipun tidak akan mampu melakukannya, seperti halnya mereka tidak mampu menyamai apa yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya yang berusia lima tahun arau apa yang setiap saat diucapkan seorang kekasih kepada orang yang dicintainya.
Dalam hal kemampuan “kesiapan” guru untuk mengajar menjadi hal yang sangat penting, yaitu meliputi antara lain kemampuan:
a.       Penguasaan bidang keilmuan yang menjadi kewenangannya
b.      Kemampuan merancang program pembelajaran
c.       Menyusun desain pembelajaran, terdiri: 1) tujuan, 2) materi, 3) metode, media dan sumber, 4) kegiatan belajar siswa, dan 5) evaluasi.

Sehubungan dengan merencanakan program, sangat penting bagi seorang guru memperhatikan berbagai variasi atau model perencanaan pembelajaran. Meskipun tujuannya sama, prosedur penyusunan perencanaan dapat berbeda, bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya, misalnya system pendidikan, guru, keadaan kebahasaan siswa. Dalam menyusun model desain pembelajaran seorang guru harus mendasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan, teori-teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain. Joyce & Weil (1980) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Di samping itu model pembelajaran dapat dijadikan.
B.     METODE

Metode yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research (penelititan kepustakaan) dimana litaratur yang digunakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) berupa sumber dari buku dan internet.

C.    PEMBAHASAN

1.    Hakekat Persiapan Mengajar
Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang dilakukan. Dengan demikian, persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan dengan pembentukan kompetensi. Dalam mengembangan persiapan mengajar, terlebih dahulu harus menguasai secara teoritis dan praktis unsur-unsur yang terdapat dalam persiapan mengajar. Kemampuan membuat persiapan mengajar merupakan langkah awal yang harus dimiliki guru dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran.
·         Mulyasa (2003) menyebutkan bahwa guru profesional harus mampu mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis dan sistematis, karena disamping untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran, persiapan mengajar merupakan bentuk dari “profesional accoutability”.
·         Dengan mengutip pemikiran Cythia, E. Mulyasa (2003) mengemukakan bahwa persiapan mengajar akan membantu guru dalam mengorganisasikan materi standar, serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pembelajaran. Sebaliknya, dengan mengutip dari Joseph dan Leonard, dikemukakan bahwa : “ teaching without adequate written planning is sloppy and almost always ineffective, because the teacher has not thought out exactly what to do and how to do it.”
·         Majid (2005:95) mengemukakan,  agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil guna, dituntut untuk memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan dengan hakikat, fungsi, prinsip maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar, serta mengukur efektivitas mengajar.
·         Rencana pembelajaran yang baik menurut Gagne dan Briggs (1974) dalam Majid (2005:96) hendaknya mengandung tiga komponen yang disebut anchor point, yaitu: (1) tujuan pengajaran; (2) materi pelajaran, bahan ajar, pendekatan dan metode mengajar, media pengajaran dan pengalaman belajar; dan (3) evaluasi keberhasilan.

Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan dikuasai peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran dan membentuk kompetensi peserta didik.

2.    Prinsip Pengembangan Persiapan Mengajar
Mulyasa (2004:80), mengemukakan beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengembangkan persiapan mengajar, yaitu:
  1. Rumusan kompetensi dalam persiapan mengajar harus jelas. Semakin konkret kompetensi, semakin mudah diamati dan semakin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.
  2. Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.
  3. Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan mengajar harus menunjang dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
  4. Persiapan mengajar yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
  5. Harus ada koordinasi antara komponen pelaksana program sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching) atau moving class.

3.    Model Persiapan Mengajar

Ø  Model Satuan Pelajaran
Model SP dikembangkan melalui PPSI. Merupakan rencana pembelajaran untuk satu pokok bahasan dalam waktu tertentu untuk mencapai TPU/ TPK. Model ini dikembangkan berdasarkan pandangan bahwa proses belajar mengajar merupakan suatu system yang harus terarah pada pencapaian tujuan. Tujuan harus jelas agar penyusunan bahan, alat evaluasi, perencanaan proses pembelajaran dapat dilaksanakan lebih terarah.
Kerangka Satuan Pelajaran menurut model ini adalah sebagai berikut :
1) Identifikasi Program, meliputi
a)      Bidang pengajaran
b)      Mata pelajaran/ subbidang pelajaran
c)      Pokok bahasan
d)     Kelas
e)      Semester (cawu)
f)       Waktu (berapa jam pelajaran)

2) Komponen-komponen SP
a)      Tujuan Instruksional/ Pembelajaran Umum (TIU/ TPU)
b)      Tujuan Instrukional/ Pembelajaran Khusus (TIK/ TPK)
c)      Materi Pelajaran
d)     Kegiatan Belajar Mengajar
e)      Alat dan Sumber Pelajaran
f)       Evaluasi
Ø  Model ROPES
Model perencanaan pembelajaran ROPES dikemukakan oleh Hunts. Model ini terdiri atas langkah-langkah:
1)      Review
Guru mencoba mengukur kesiapan siswa mempelajari materi dengan melihat pengalaman sebelumnya.
2)      Overview
Guru menjelaskan program pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan menyampaikan isi secara singkat dan strategi yang akan digunakan.
3)      Presentation
Proses pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan.
4)      Exercise
Siswa mempraktikkan atau mengemukakan pandangan tentang materi pembelajaran yang telah diperoleh.
5)      Summary
Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran sebagai bentuk penguatan.


 
PENUTUP

a.      Kesimpulan
Dari pemaparan makalah di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang dilakukan. Dengan demikian, persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan dengan pembentukan kompetensi. Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan dikuasai peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran dan membentuk kompetensi peserta didik. Dari berbagai model persiapan  mengajar yang harus dirumuskan oleh guru dalam merencanakan pembelajaran adalah:
a. Tujuan instruksional (umum dan khusus)
b. Penentuan materi
c. Langkah-langkah kegiatan belajar mengajar
d. Penentuan metode
e. Pemilihan media
f. Penyusunan evaluasi dan revisi
g. Pemberian umpan balik




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar